• Telp : 0725-47297, 41507
  • Fax : 0725-47296
  • Email : iainmetro@metrouniv.ac.id
Diposting oleh Administrator Tgl 24-08-2015 & wkt 03:25:45 dibaca Sebanyak 974 Kali

MAHASISWA PENCINTA MASJID ADZKIYA’ STAIN JURAI SIWO METRO

Hanya yang mau memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongorang-orang yang mendapat petunjuk.
(QS. At-Taubah ayat : 18)

Mahasiswa adalah Pemuda. Pemuda identik dengan masa depan. Dalam ajaran Islam, Rasulullah SAW menempatkan pemuda pada posisi terpenting dalam perjuangan, pemuda sebagai kader pejuang Islam yang tangguh dan tercatat dalam sejarah. Pertanyaanya untuk zaman sekarang di Kampus STAIN Jurai siwo Metro ini adalah bagaimanakah dengan masa depan masjid Adzkiya’? Adakah pemuda mahasiswa masa kini memiliki semangat untuk memakmurkan masjid Adzkiya?
Pertanyaan di atas mulai coba dijawab oleh Mahasiswa STAIN Jurai Siwo Metro dengan membentuk Organisasi yangg diberi nama Mahasiswa Pencinta Masjid Adzkiya (MAPAMA) STAIN Jurai Siwo Metro pada bulan Romadhan  1436 H, dan terpilih Eka Rahma Putra (PAI 2013) sebagai Ketua Umum dan Wahid Nur Hidayat (EI 2014)
sebagai Sekretaris Umum. Hari ini 23 Agustus 2015 teman-teman pengurus MAPAMA dilantik dan sekaligus mengadakan Rapat Kerja untuk pertama kali dalam sejarah.
Hadir dalam acara tersebut bapak Waka 1; H. Husnul Fatarib, Ph.D., Dewan Pembina dan Penasihat  yaitu Dr. Yudiyanto, M. Si. Serta Masykurillah, MA. Selaku kepala UPI STAIN Jurai Siwo. Sementara waka 3; Dr. Mat Jalil, M. Hum. berhalangan hadir.
Dalam sambutannya, Bapak Dr.Yudiyanto, M. Si selaku Dewan Penasehat dan Pembina MAPAMA, beliau menyampaikan diantara lain “Wajah kampus STAIN Jurai Siwo yang dilihat pertama sekali bahwa benar-benar  sebagai Perguruan Tinggi Islam adalah bagaimana wajah masjidnya.  Bukan bagaimana keindahan dan kebersihan kantor Ketua dan Wakil ketuanya. Tapi bagaimana jamaahnya yang hadir dibandingkan dengan tujuh ribuan mahasiswanya dan dua ratusan Tenaga Pendidik dan
Kependidikannya?, bagaimanakah kebersihannya?,  bagaimana isi aktifitasnya selain ibadah mahdoh?  Dan bagaimanakah perhatian dan aksi seluruh civitas akademikanya terhadap Masjid Adzkiya’ ?  Malu jika masih mengaku Muslim tapi kantor Ketuanya , wakanya dan pimpinannya lebih indah, lebih bersih dan lebih terlengkapi fasilitasnya dibandingkan dengan Masjid Kampusnya. Maka berbanggalah adik-adik sekalian  menjadi pengurus Mahasiswa Pencinta Masjid Adzkiya’ karena adik-adik menjadi lebih terhormat dengan memakmurkan Istana Allah SWT ini.”
Dalam kesempatan ini Bapak H. Husnul Fatarib, Ph.D.  selaku Waka I STAIN Jurai Siwo yang membuka acara Rapat Kerja setelah Pelantikan tersebut,  juga menyampaikan sambutan dan harapan beliau yang sudah lama beliau idam-idamkan.  Beliau menyampaikan bahwa setelah anda-anda sekalian diambil ikrarnya sebagai pengurus tadi, dan sebenarnya seluruh civitas akademika yang  diluar SK juga adalah sama-sama sudah berikrar, karena dengan mengaku muslim berarti kita sudah berikrar/berjanji untuk memakmurkan masjid. Maka sebagai muslim berarti anda sudah mewakafkan sebagian hidup anda untuk memakmurkan masjid.
Bagaimanakah bukti janji itu selama ini? Inilah yang dilakukan oleh Raja Fath, Raja Arab Saudi, beliau menjadikan diri beliau sebagai Khadam Al Haramain; seorang Raja tapi beliau menjadikan dirinya sebagai pelayan dari masjid Makkah dan masjid Madinah. Doktor Syari'ah pertama di Lampung yang berasal dari Perguruan Tinggi luar negeri ini juga menyampaikan idaman beliau selama ini sebagaimana ajaran Al Quran bahwa ketika orang memasuki masjid maka kondisi masjid itu adalah sama dengan ketika kita memasuki taman surga yang indah menyejukkan dan membahagiakan. Jadi sebelum kita memasuki betapa indahnya surga di akhirat nanti, kita sudah memasuki indahnya  surga dengan masjid ketika kita memasukinya. Adik-adik dan kita semua mempunyai tanggung jawab yang sama untuk memakmurkan masjid Adzkiya’ ini. Semoga anda semua menjadi salah satu golongan yang mendapat lindungan Allah diHari Kiamat yaitu pemuda yang terikat untuk memakmurkan masjid. Demikian antara lain kutipan sambutan dari beliau Waka 1.
Masjid sejak zaman Nabi, selain difungsikan sebagai tempat pelaksanaan ibadah mahdoh, juga difungsikan sebagai pusat kebudayaan, pusat ilmu pengetahuan,
pusat informasi, pusat pengembangan ekonomi kerakyatan, pusat pengaturan strategi perang dan damai, serta pusat pembinaan dan pengembangan sumber daya umat secara keseluruhan. Oleh sebab itu Masjid kampus memiliki peran strategis dalam membangun dan membentuk karakter mahasiswa untuk peradaban STAIN Jurai Siwo yang unggul. Dengan adanya masjid kampus ini diharapkan mahasiswa dapat memanfaatkannya sebagai sarana untuk pengembangan kompetensi diri, memupuk dan memperkuat karakter diri melalui kajian-kajian keagamaan Islam, peribadatan maupun sebagai pusat syiar Islam kepada masyarakat luas.
Selamat kepada teman-teman Pengurus MAPAMA menjalankan amanah. Anda adalah pelaku sejarah pertama di STAIN Jurai Siwo Metro. Anda semua adalah mahasiswa sebagai agen perubahan kearah yang lebih baik. Kami ada bersama Anda karena semua civitas Akademika STAIN Jurai Siwo Metro adalah Pencinta Masjid adzkiya’. (laporan Ilham Prayudha)

Berita Lainnya

Masukkan Komentar

ZBAud

Total Komentar (0)


Halaman :
Facebook Pages
 
Twitter
 
Jajak Pendapat
Polling Management
Apakah Web ini sudah memberiakan informasi yang anda butuhkan?
2632(67.7%)
TOTAL 3885
Statistik
Online : 1 User
Hits : 3989518
Hari Ini : 288
Bulan Ini : 288
Tahun Ini : 565921
Total : 1793672