• Telp : 0725-47297, 41507
  • Fax : 0725-47296
  • Email : iainmetro@metrouniv.ac.id
Diposting oleh Siti Sufia Tgl 16-07-2019 & wkt 12:46:44 dibaca Sebanyak 488 Kali

Malang, metrouniv.ac.id- Ajang dua tahunan Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) kembali digelar. Kali ini Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang menjadi tuan rumah ke-9 dari acara dua tahunan Kementerian Agama ini. Acara yang mengusung motto “spirit of unity” dibuka langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Syaifuddin di Lapangan Utama kampus pada Senin (15/07). Tak ketinggalan 105 Kontingen IAIN Metro beserta Enizar (Rektor) dan Ida Umami (WR III) juga turut memeriahkan dan siap menjadi pemenang pada PIONIR kali ini.

 

Laporan Ketua Panitia telah disampaikan oleh Rektor UIN Maliki, Abdul Haris. Ia melaporkan bahwa sejumlah 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), yang terdiri dari 3992 Peserta lomba, dan 704 official, ikut menyukseskan acara. Ia menambahkan sejumlah 38 perlombaan akan dilaksanakan dalam satu pekan terakhir hingga tanggal 21 juli mendatang. Telah diundang 66 wartawan yang akan meliput dan 22 media yang menayangkan secara langsung acara pembukaan ini.

 

Melihat tantangan global yang ada, Kamaruddin Amin (Direktorat Jenderal Pendidikan Islam) dalam sambutannya memotivasi seluruh peserta untuk dapat menangkap momen dan mengambil manfaat dari acara ini. Menurutnya, PIONIR sebagai ajang menyeimbangkan otak kanan dan kiri. Melalui acara ini, Dirjen Pendis berharap munculnya para peneliti, olahragawan, budayawan, seniman yang dapat bersaing di kancah nasional dan internasional. “Ikutilah perlombaan dengan sportif. Menjadi juara memang penting, namun menjaga kejujuran dan akhlaqul karimah lebih utama” tutupnya.

 

Sampai pada acara puncak, Menteri Agama memberikan arahan kepada seluruh kontingen. Ia menyampaikan bahwa spirit of unity merupakan bentuk toleransi, semangat moderasi beragama dan silaturahmi, saling asah, asih dan asuh menjadi semboyan yang juga relevan dengan tema acara. Menurutnya PIONIR menjadi ajang olahpikir, olahrasa, olahraga dan olah hati, sehingga akan muncul pemuda-pemuda yang sanggup berkompetisi namun juga berakhlaq mulia. “kita buktikan bahwa mahsiswa PTKI bisa bersaing, dari PTKI untuk negeri” pungkasnya. Menag juga menyampaikan bahwa malam itu ia harusnya masih berada di Jakarta untuk melanjutkan rapat terbatas menteri bersama presiden. Namun, ia menyempatkan untuk bertemu seluruh pemuda/mahasiswa PTKIN peserta PIONIR, riuh tepuk tangan memenuhi lapangan kampus memberikan hormat kepada Menag. (Humas)

Berita Lainnya

Masukkan Komentar

kpuTN

Total Komentar (0)


Halaman :
Facebook Pages
 
Twitter