• Telp : 0725-47297, 41507
  • Fax : 0725-47296
  • Email : iainmetro@metrouniv.ac.id
Diposting oleh Sub Perencanaan Tgl 06-03-2017 & wkt 02:24:31 dibaca Sebanyak 1014 Kali

(Metro, 4/3/2017). Seperti diketahui, hasil audit BPK Tahun 2016 atas kondisi Pemeriksaan Laporan Keuangan STAIN Metro Tahun 2015 mengalami penurunan kualitas atas pengelolaan keuangan sehingga menjadi penyumbang atas menurunnya Opini WTP Kementerian Agama RI menjadi WDP.

Menurunnya opini hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terhadap Laporan Keuangan Kementerian Agama (LKKA) Tahun 2015 menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP) mendapat perhatian serius dari Rektor IAIN Metro Prof. Dr. Enizar, M.Ag. Bahkan Rektor IAIN Metro senantiasa menekankan agar laporan keuangan di tahun 2016 dan tahun-tahun berikutnya harus dibenahi dan menjadi perhatian seluruh pengelola anggaran dan pelaksana kegiatan tanpa kecuali.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah melakukan audit laporan keuangan IAIN Metro selama lima hari dimulai hari Jumat sampai Selasa (25-28/2/2017).

Pemeriksaan diawali dengan entry meeting yang dihadiri para pejabat baik dari Rektorat, Jurusan, Pascasarjana, Pusat, Unit dan para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kepala Bagian Administrasi Umum dan Administrasi Keuangan, dan Operator SIMAK BMN yang juga didampingi Tim ULP di Ruang Pertemuan Ketua, Jumat (25/2/2017).

Dalam sambutannya Rektor IAIN Metro Prof Dr Rektor IAIN mengucapkan selamat datang kepada Tim BPK di IAIN Metro dan menyatakan kesiapannya untuk di lakukan audit terhadap pengelolaan anggaran tahun 2016.

“Hari ini kami mengumpulkan semua pejabat maupun petugas pembuat laporan keuangan untuk menerima penjelasan dan pengarahan Tim BPK yang kemudian siap untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Rektor IAIN.

IAIN Metro pada dasarnya siap untuk diperiksa, lanjut Rektor IAIN, karena data yang diminta sebelumnya sudah disiapkan untuk diserahkan kepada Tim BPK. Segala upaya untuk pengelolaan keuangan yang baik dan sesuai aturan sudah dilakukan.

“Semoga nanti hasilnya juga akan baik, sehingga laporan keuangan IAIN Metro dapat menjadi penyumbang opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Kemenang RI sebagaimana yang diamanatkan oleh Pak Menteri (Menteri Agama-red)” harapnya.“Insya Allah, pada tahun 2017 ini akan lebih baik lagi karena kita akan membentuk SPI sesuai dengan amanah UU” lanjut rektor

Rektor IAIN meminta kepada semua pejabat maupun pegawai yang terkait dengan pemeriksaan ini, selama proses pemeriksaan untuk selalu siap jika Tim BPK memerlukan penjelasan atas data yan disuguhkan guna kelancaran pemeriksaan ini.

Sementara itu, Pengendali Teknis I Sumardan dalam sambutannya menginformasikan bahwa laporan keuangan Kementerian Agama tahun lalu menjadi Wajar Dengan Pengecualian karena dua hal krusial.

“Pertama, laporannya tidak diberi pengungkapan yang cukup atau tidak diberikan penjelasan yang memadai dan yang kedua adalah tidak ada penjelasan dari mana datangnya utang,” ujar Sumardan yang datang bersama 4 anggota tim.

Sumardan juga mengatakan bahwa dasar untuk BPK memberikan opini mutlak di tahun berjalan, yaitu kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-Undangan dalam melaksanakan APBN.

“Inilah yang akan diuji di IAIN Metro dan diharapkan semuanya lengkap hingga nanti ketika dipanggil akan siap juga,” pintanya.

Sumardan berharap dalam proses audit, BPK tidak salah dalam mengambil kesimpulan untuk menilai kewajaran.

“BPK tidak bisa menentukan kebenaran absolut, tapi kalau kewajaran itu tertera dalam peraturan dengan kriteria kepatuhan yang diikuti. Asalkan sesuai standar, bisa menjelaskan, punya datanya, mudah-mudahan beres,” ungkapnya.

Sumardan mengapresiasi itikad baik IAIN Metro karena sudah mempersiapkan laporan pengelolaan keuangan 2016 dengan baik untuk proses pemeriksaan ini.

“Mudah-mudahan semuanya sudah patuh pada peraturan, meskipun pada tahun 2016 SPI belum dibentuk, pengawasandari KPA, PPK, dan PPSPM diharapkan sudah efektif, bisa memberikan penjelasan secara formal, baik lisan maupun tulisan dan kita ingin ada perbaikan dan peningkatan setiap tahunnya,” tandasnya.

BPK Tetapkan Bersih atas Audit Belanja Modal. Dari 5 hari pelaksanaan audit, sebuah prestasi yang menggembirakan adalah tidak adanya temuan atas pelaksanaan pengadaan belanja modal peralatan dan mesin (MAK 53), sebagaimana dalam berita acara yang dibuat oleh BPK-RI tanggal 27 Februari 2017.

“ini merupakan prestasi yang perlu mendapatkan apresiasi karena sebelumnya selalu ada saja yang tidak pas, meskipun nominalnya kecil”, tegas Kabag AUAK,  Dra. Mugi Hastuti. Selanjutnya, Kabag AUAK berharap prestasi ini harus dipertahankan dan semakin lebih berhati-hati  dalam pengelolaan anggaran, terutama dalam belanja modal, karena tahun 2017 ini ada beberapa kegiatan pengadaan dengan nominal anggaran yang cukup fantastis.

“Jangan sampai pengalaman temen-temen di instansi lain, terjadi di kita”, tegasnya. Disinggung soal pengadaan lahan, Kabag AUAK juga memaparkan, “alhamdulillah, pengadaan lahan juga mendapat entry point yang baik dari tim audit BPK, karena mekanisme pengadaan lahan yang dilakukan di tahun 2016 sudah benar-benar mengikuti prosedur pengadaan lahan sesuai perundang-undangan yang berlaku”, paparnya.

“Prestasi ini juga sudah kami sampaikan ke Kasubdit Sarpras Kemenag, sebagai laporan dan ucapan terima kasih atas kepercayaan Kemenag memberikan anggaran untuk pengadaan lahan tahun 2016. Dan Subdit sarpras juga mengapresiasi positif atas laporan ini”, tambahnya

 

Berita Lainnya

Masukkan Komentar

fmo5J

Total Komentar (0)


Halaman :
Facebook Pages
 
Twitter
 
Jajak Pendapat
Polling Management
Apakah Web ini sudah memberiakan informasi yang anda butuhkan?
2607(68.0%)
TOTAL 3832
Statistik
Online : 2 Users
Hits : 3568528
Hari Ini : 1104
Bulan Ini : 29721
Tahun Ini : 272871
Total : 1500622