• Telp : 0725-47297, 41507
  • Fax : 0725-47296
  • Email : iainmetro@metrouniv.ac.id
Diposting oleh humas Tgl 24-11-2021 & wkt 07:18:33 dibaca Sebanyak 34 Kali

Padang, metrouniv.ac.id -

Muutuu Qobla an Tamuutu

Alun rabah lah ka ujuang

Alun pai lah babaliak

Alun di bali lah bajua

Alun dimakan lah taraso.

Pantun dengan bahasa Padang yang disampaikan Dr Dedi Irwansyah, ketua LPM IAIN Metro, mengawali sambutannya dalam Benchmarking dengan tema “Penguatan Kerjasama Sistem Penjaminan Mutu Tridharma Perguruan Tinggi” di Sumatera Barat, mampu mencairkan suasana, memecahkan kebekuan, menambah keakraban dan menelurkan gagasan. Ruang diskusi penuh inspirasi yang berisi Tim LPM tersebut dipenuhi canda tawa lepas, renyah, ceria.

Padang (23/11/2021), Dalam rangka meningkatkan kerjasama dan penguatan sistem penjaminan mutu Perguruan Tinggi, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Metro melakukan Benchmarking pada Perguruan Tinggi lain. Sharing Sistem Penjaminan Mutu dan Kurikulum MBKM menjadi fokus central dalam pembahasan diskusi menarik antar Tim LPM. Dalam hal ini Universitas Negeri Padang menjadi perguruan tinggi yang fokus dalam kajian MBKM.  Prof. Jamaris selaku ketua LPM dan Muhammad Adri selaku Kepala Pusat MBKM Universitas Negeri Padang  sangat welcome atas Kunjungan LPM IAIN Metro dalam Penguatan Kerjasama Penjaminan Mutu untuk Tridharma Perguruan Tinggi tersebut. Universitas Negeri Padang selalu tanggap, cepat menyambut setiap gagasan yang muncul untuk diimplementasikan. Hingga tahun 2021 ini UNP memiliki 11 Kapus di bawah Lembaga Penjaminan Mutu.

LPM dalam pelaksanaan kunjungan ke beberapa Perguruan Tinggi tersebut tentu memiliki tujuan yang mulia dan memberikan dampak pada sistem penjaminan mutu. Salah satu tujuan dilakukannya Benchmarking adalah untuk menjawab pertanyaan dalam kegiatan Akreditasi Program Studi (APS) dan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT).

Tahun 2021 ini yang menjadi tujuan Benchmarking LPM IAIN Metro adalah Perguruan Tinggi yang ada di Sumatera Barat. Ada 3 (tiga) Perguruan Tinggi tujuan, yakni: Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UINIB), Universitas Negeri Padang (UNP), dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batu Sangkar.

Pemilihan tempat untuk Bencmarking ini bukan tanpa alasan, setidaknya LPM IAIN Metro memiliki 2 (dua) alasan penting, yaitu:  Road Maph Benchmark LPM IAIN Metro;  MoU LPM IAIN Metro.

Ada hal lain di luar dugaan Tim LPM, bahwa kedatangan rombongan dari IAIN Metro ternyata sudah ditunggu lama oleh salah satu Perguruan Tinggi di Padang, yakni UIN Imam Bonjol. Namun rombongan tersebut tidak kunjung datang dikarenakan satu dan lain hal.

Maka kedatangan Tim 12 dari LPM menjawab kerinduan atas Rombongan yang belum jadi datang. "Salam sehat dan berkah untuk keluarga IAIN Metro", ujar Pak Zulheldi, Ketua LPM UINIB, yang merupakan Sahabat dari Rektor IAIN Metro, Dr. Hj. Siti Nurjanah, M.Ag. PIA.

Pun demikian dengan Universitas Negeri Padang, yang salah satu Alumninya, Prof. Ida Umami, menjadi Wakil Rektor 1 di IAIN Metro juga ternyata bersahabat erat dengan Prof. Jamaris, Ketua LPM UNP. Obrolan kosong sebelum acara inti itulah yang memperkuat hubungan emosional di antara kami.

Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, tak cinta maka tak jadi, tak jadi maka permisi. Kenal, sayang, cinta, jadi, itulah kira-kira yang menjadi tujuan sekaligus harapan dari LPM IAIN Metro dari kegiatan Benchmarking dalam rangka "Penguatan Kerjasama pada Sistem Penjaminan Mutu Tridharma Perguruan Tinggi".

Benchmarking dilanjutkan ke IAIN Batu Sangkar dengan jarak tempuh dari Kota Padang sekitar 2 Jam. Ada yang menarik di IAIN Batu Sangkar, yang telah terkareditasi Baik Sekali pada tahun 2021 dan memiliki 1 Prodi dengan predikat Unggul dan 6 Prodi Terakreditasi  A, serta beberapa prodi lain terakreditasi B dan Baik sekali. Bukan hanya ketupat sayur, lemang ketan, jeruk manis, kacang rebus, Teh atau Kopi Panas, Jamuan ikan bakar, atau sambutan ramah dari Ketua LPM IAIN Batu Sangkar, Dr. Ulya Atsani dan Tim LPM. Yang lebih menarik lagi adalah terkait Audit Mutu Internal (AMI), Ada prodi yang minta di audit, artinya: ketika kesadaran mutu sudah sangat melekat, bahkan mendarah daging. Tidak harus menunggu LPM mengaudit. Sehingga Prodi tersebut tidak perlu dibuatkan jadwal audit oleh LPM dalam kegiatan AMI yang rutin diselenggarakan setahun sekali. Nah, bagaimana dengan IAIN Metro? Berapa banyak atau adakah Program studi yang memiliki kesadaran penuh terkait penjaminan mutu prodi dan inisiatif mengajukan permohonan untuk diaudit kepada LPM? Apa yang akan dilakukan oleh LPM agar kesadaran tentang mutu benar-benar melekat dan mendarahdaging di prodi khususnya dan civitas akademika pada umunya? Maukah kita memanfaatkan kesempatan meninjau ulang visi misi organisasi untuk mutu yang lebih baik? Strategi apa yang sudah Anda siapkan?

Salah satu jawaban untuk pertanyaan tersebut dapat diambil dari makna pantun padang pada awal sambutan Dr. Dedi Irwansyah, Ketua LPM IAIN Metro, di atas. “Sebagai manusia berjiwa muda, kita harus memiliki visi dan misi untuk masa depan dalam kehidupan. Memikirkan hari tua yang dimulai sejak dini akan membuat kita lebih semangat dalam mengejar cita-cita”. 

What you cannot imagine, you cannot achieve.

The power of visualization!

The power of imagery!

Adalah benar, bahwa: Apa yang tidak dapat Anda bayangkan, Anda tidak dapat mencapainya. Anda harus percaya pada kekuatan visualisasi, kekuatan citra!

Kegiatan Benchmarking yang dilaksanakan selama dua hari, senin-selasa, 22-23  November 2021 tersebut diakhiri dengan MoU, Pertukaran Cindera Mata dan Foto Bersama. Adapun tindak lanjut dari kegiatan Benchmarking ini adalah Implementasi dari MoU dan MoA antar Perguruan Tinggi melalui Lembaga Penjaminan Mutu dalam 5 Tahun ke depan. (Kis.LPM)

Berita Lainnya

Masukkan Komentar

a4K1w

Total Komentar (0)


Halaman :
Facebook Pages
 
Twitter
 
Jajak Pendapat
Polling Management
Apakah Web ini sudah memberiakan informasi yang anda butuhkan?
2632(67.7%)
TOTAL 3885
Statistik
Online : 1 User
Hits : 3989615
Hari Ini : 382
Bulan Ini : 382
Tahun Ini : 566015
Total : 1793766