• Telp : 0725-47297, 41507
  • Fax : 0725-47296
  • Email : iainmetro@metrouniv.ac.id
Diposting oleh Tgl 25-06-2021 & wkt 08:29:24 dibaca Sebanyak 63 Kali

Dharma Setyawan, M.A. (Kaprodi Ekonomi Syariah IAIN Metro)

Gerakan Sosial penting menyimak Gagasan E.F. Schumacher, dia mengungkapkan sebuah semboyan yang sangat terkenal, yakni small is beautiful atau kecil itu cantik. Semboyan itu tertulis dalam bukunya berjudul “Small is Beautiful: Economics as if people Mattered” (Harper Perennial, 1989).

Dalam gerakan pemberdayaan ekonomi desa misalnya, inovasi sosial itu sangat penting. inovasi sosial tidak harus  melangit, besar-besar, kolosal, canggih, makro, atau terkesan muluk-muluk. Terlihat jargonis, progresif, hebat tapi tidak signifikan mengubah kenyataan di lapangan.

Inovasi sosial dalam pemberdayaan ternyata dapat efektif di area kecil tingkat RT, namun gerakannya komprehensif yang kemudian terukur dan tumbuh. Gerakan kecil, mikro, inkremental, sederhana, unik, dan tentu dapat didaratkan. Jika gerakan ini konsisten dalam menumbuhkan ekosistem baru secara berkelanjutan, maka kelak gerakan ini akan membesar dan berdampak luas.

Desa sebagai geografis mikro dan arena kecil pembuktian gerakan bisa jadi lebih logic untuk diimplementasikan berbagai macam gagasan inovasi. Menggerakkan potensi sekitar dan terus membuat roadmap untuk melibatkan banyak sumber daya manusia yang ada. Sembari berproses bersama, belajar bersama dan naik kelas secara bersama-sama.

Pengalaman Pasar Yosomulyo Pelangi adalah small is beautiful. Gerakan yang tidak menunggu struktur kebijakan tertentu, tapi sebuah inisiatif kolektif dan gotong royong kecil yang genuin.  Kolektifitas tumbuh dari bawah bukan karena struktur top down yang memberi intruksi kemudian membentuk hirarki baru.

Penggerak harus memiliki roadmap capaian. Jika tidak ada roadmap, lihat target-target dunia yang besar dapat diperkecil ke wilayah desa dimulai dari RT seperti SDGs tingkat RT, kampung Iklim, lumbung pangan, RT Kreatif, Perpustakaan, Energi, Internet RT dan lainnya.

Di desa gerakan literasi dapat berkembang menjadi gerakan pendidikan, ekonomi, pertanian, kesenian, teknologi, kemandirian energi dan terus tumbuh berkelanjutan. Selama gerakan pemberdayaan memperhatikan pendidikan SDM, jangan khawatir karena akan selalu ada pikiran kreatif yang tumbuh dari para penggeraknya.

Berita Lainnya

Masukkan Komentar

B6dFg

Total Komentar (0)


Halaman :
Facebook Pages
 
Twitter
 
Jajak Pendapat
Polling Management
Apakah Web ini sudah memberiakan informasi yang anda butuhkan?
2616(67.9%)
TOTAL 3853
Statistik
Online : 1 User
Hits : 3667723
Hari Ini : 264
Bulan Ini : 3803
Tahun Ini : 339463
Total : 1567214