• Telp : 0725-47297, 41507
  • Fax : 0725-47296
  • Email : iainmetro@metrouniv.ac.id
Diposting oleh Tgl 20-11-2021 & wkt 08:52:23 dibaca Sebanyak 38 Kali

metrouniv.ac.id - Dr. Dedi Irwansyah, M.Hum (Ketua Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Metro)

“We all need people who will give us feedback.

That’s how we improve.” (Bill Gates)

 

Rabu, 17 November 2021. Kota Metro cerah. Tidak mendung, tak jua berangin. Di satu ruang pertemuan IAIN Metro digelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM). Ramai. Hening dan khidmat. Seminggu sebelumnya, secara simultan dilakukan Audit Mutu Internal (AMI). Semua lapisan diaudit. Dari Top Management, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM),  Unit Pelaksana Teknis (UPT), dan 22 Program Studi S1 & S2 di lingkungan IAIN Metro. RTM menjadi wadah untuk mengomunikasikan hasil AMI, antara yang mengaudit (auditor) dan yang diaudi (auditee).

Berdiri di podium, Ketua LPM, Dedi Irwansyah, mengutarakan apresiasinya untuk antusiasme, partisipasi, kooperasi, dan sikap proaktif para auditor dan auditee. Terdengar tentang. Menukil Muhammad Iqbal, Filsuf Islam: di jalan ini semua orang berlari, mereka yang berhenti sejenak, akan tertinggal jauh. Di jalan akreditasi dan sertifikasi, IAIN perlu berlari agar tidak jauh tertinggal. AMI dan RTM adalah ikhtiar untuk terus berlari.

Lalu, terlihat di podium, Rektor IAIN Metro, Dr. Siti Nurjanah, M.Ag., PIA, menggaungkan pentingnya AMI dan RTM dalam proses akreditasi BAN PT dan sertifikasi internasional semacam ISO, sehingga wajib diprioritaskan. RTM itu urgen. Auditor dan auditee yang berhalangan hadir, harus memberikan keterangan yang valid. Di tengah speech, terdengar jelas, Ibu Rektor menegaskan agar catatan AMI yang telah disusun oleh LPM ditindaklanjuti oleh para auditee. Di ujung sambutan, Rektor memberi apreasiasi pada tiga Program Studi dengan nilai AMI akumulatif terbaik, yaitu: Pendidikan Ilmu Anak Usia Dini, Perbankan Syariah, dan Manajemen Haji dan Umroh.

Ibu Rektor turun dari podium. Terdengar applause. Lalu pembawa acara mengundang Wakil Rektor 1, Prof. Dr. Ida Umami, M.Pd. Kons. The professor, memperkuat pesan tentang pentingnya AMI, Akreditasi dan ISO untuk mengangkat kualitas dan citra IAIN Metro. Lebih lanjut, hasil kegiatan RTM perlu dikaitkan dengan upaya untuk mendukung akreditasi prodi dan akreditasi institusi.

Lalu, terdengar laporan singkat terkait hasil AMI tahun 2021. Ada sepuluh standar penilaian terhadap setiap program studi yang berada di IAIN Metro. Kesepuluh tersebut menyakup: (1) standar isi, (2) standar proses, (3) standar kompetensi lulusan, (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5) standar ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan, (6) standar pengelolaan program studi, (7) standar pembiayaan, (8) standar penilaian, (9) standar penelitian, dan (10) standar PkM. Kesepuluh indikator tersebut diukur pada dua puluh dua program studi yang ada di IAIN Metro, yaitu: (1) Akuntansi Syariah, (2) Bahasa Sastra Arab, (3) Bimbingan Konseling Islam, (4) Ekonomi Syariah (S1), (5) Ekonomi Syariah (S2), (6) HKI (Akhwal Akhsyakhsiyyah) (S1), (7) HKI (Akhwal Akhsyakhsiyyah) (S2), (8) HTN (Siyasah Syar’iyyah), (9) Hukum Ekonomi Syariah, (10) Komunikasi Penyiaran Islam, (11) Manajemen Haji dan Umroh, (12) Pendidikan Agama Islam (S1), (13) Pendidikan Agama Islam (S2), (14) Pendidikan Bahasa Arab (S1), (15) Pendidikan Bahasa Arab (S2), (16) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, (17) Pendidikan Ilmu Anak Usia Dini, (18) Perbankan Syariah, (19) Tadris Bahasa Inggris, (20) Tadris Biologi, (21) Tadris IPS, dan (22) Tadris Matematika.

Dari sepuluh standar itu, terdapat empat standar yang berkategori baik, yaitu: standar isi, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, dan standar pengelolaan program studi. Terdapat tiga standar berkategori cukup yaitu: standar kompetensi lulusan, standar ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan, dan standar penilaian. Sementara itu tiga standar lainnya termasuk ke dalam kategori kurang, yaitu: standar pembiayaan, standar penelitian, dan standar PkM. Terhadap standar-standar berkategori baik, pihak program studi patut mempertahannya. Terkait tiga standar berkategori cukup, pihak program studi perlu menciptakan strategi, kegiatan, dan terobosan agar standar-standar tersebut bisa menjadi baik. Adapun untuk tiga standar yang berkategori kurang, pihak program studi disarankan untuk: (1) menyusun perencanaan pembiayaan yang terukur dan feasible yang didasarkan pada hasil analisis SWOT yang kuat; (2) menyusun peta jalan (roadmap) penelitian yang kontekstual dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan Agenda Riset Keagamaan Nasional (ARKAN) 2018-2028, serta dengan perencanaan pembiayaan; dan (3) menyusun kegiatan PkM yang berkesesuaian dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).

‘Alaa kulliy haal, sebuah catatan pinggir tampak ditakdirkan untuk singkat, bernas, dan cenderung kurang lengkap. Namun, apapun catatan auditor, mestinya itu dilihat sebagai masukan untuk pengembangan.

Bandar Lampung,18 Nopember 2021

Berita Lainnya

Masukkan Komentar

xBZw6

Total Komentar (0)


Halaman :
Facebook Pages
 
Twitter
 
Jajak Pendapat
Polling Management
Apakah Web ini sudah memberiakan informasi yang anda butuhkan?
2632(67.7%)
TOTAL 3885
Statistik
Online : 1 User
Hits : 3989523
Hari Ini : 293
Bulan Ini : 293
Tahun Ini : 565926
Total : 1793677