• Telp : 0725-47297, 41507
  • Fax : 0725-47296
  • Email : iainmetro@metrouniv.ac.id
Diposting oleh Tgl 17-04-2021 & wkt 05:48:46 dibaca Sebanyak 460 Kali

Moelki Fahmi Ardliansyah, M.H. (Dosen Fakultas Syariah IAIN Metro)

 

Pada malam 6 Ramadhan ini, kita di Indonesia berkesempatan mengamati Fenomena Astronomi yang tidak setiap tahun ada. Fenomena yang akan terjadi adalah Okultasi Planet Mars oleh Bulan. Fenomena ini hanya dapat diamati di beberapa tempat, yakni sebagian negara-negara Asia Tenggara dan sebagian negara-negara Asia Selatan. Sedangkan di Indonesia sendiri hanya di Kalimantan, Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi saja yang dapat mengamati.

Mengenal Okultasi Bulan

Okultasi Bulan merupakan fenomena astronomis yang terjadi ketika Bulan menghalangi pandangan manusia dalam melihat suatu benda langit, yang disebabkan karena Bulan yang bergerak pada orbitnya lewat di depan benda lagit lainnya. Meskipun Bulan ukuranya lebih kecil, namun karena jarak dengan Bumi lebih dekat maka akan terkesan menyembunyikan benda langit lainnya yang meskipun ukurannya lebih besar namun nampak kecil karena jarak yang jauh dari Bumi. Seperti halnya fenomena Gerhana Matahari, ini sebenarnya fenomena Okultasi Bulan dari Matahari atau Okultasi Matahari oleh Bulan.

Bagaimana dengan Okultasi Planet Mars oleh Bulan atau Okultasi Bulan dari Planet Mars? Tentu dengan merujuk pengertian fenomena Okultasi Bulan, maka kita dapat memahami bahwa Bulan akan menutupi Planet Mars. Meskipun Planet Mars berukuran 2 kali lebih besar dari Bulan namun jaraknya ke Bumi cukup jauh yakni 285.500.000 km, sedangkan jarak Bulan ke Bumi hanya 401.400 km. Sehingga ketika Bulan lewat di depan Planet Mars akan menutupinya.

Okultasi Planet Mars oleh Bulan pada 6 Ramadhan 1442 H/17 April 2021 M

Dilansir dari sebuah web edukasi sains LAPAN bahwa Bulan yang berumur 5 hari dengan Iluminasi 24 % dan sudut diamater 29,76 menit busur akan melintas di depan Planet mars yang kecerlangannya +1,45. Fenomena ini menjadi unik dan menarik karena Okultasi Mars pertama kali di Indonesia pada Abad 21, setelah sempat terjadi sebelumnya pada abad 20 sebanyak 10 kali. Okultasi Planet Mars berikutnya pada abad ini di Indonesia diprediksi akan terjadi pada tahun 2056 dan 2098.

Selepas salat Isya, bagi kita yang berada di Lampung dapat mengamati fenomena ini mulai pukul 20.30 WIB sampai 21.30 WIB. Melalui simulasi Aplikasi Stellarium kita dapat mengetahui posisi Bulan saat kontak awal Okultasi (Planet Mars mulai terhalang), yakni di arah Barat Laut sekitar Azimuth 298 derajat dan pada ketinggian 17,5 derajat. Sedangkan kontak terakhir tetap berada di arah Barat Laut sekitar Azimuth 295,5 derajat pada ketinggian 4,5 derajat.

Dalam mengamati fenomena Okultasi Planet Mars, secara kasat mata kita akan sedikit kesulitan mengamati proses kontak pertama hingga akhir (terhalangnya Planet Mars hingga muncul kembali) karena ukurannya terlihat kecil dari Bumi. Oleh karenanya membutuhkan alat bantu seperti Teleskop untuk memperbesar dan memfokuskan pandangan kita. Sehingga untuk mengamati kita dapat join ke club-club astronomi yang mengadakan kegiatan pengamatan ini. Namun untuk mengurangi resiko penularan Covid-19 di masa pandemi ini, kita dapat mengamati secara virtual melalui kanal-kanal youtube oleh beberapa Observatorium di Indonesia, misalnya kanal youtube OAIL ITERA, OIF UMSU dan Observatorium Jakarta.

Mengambil Hikmah dari Fenomena Okultasi Mars Oleh Bulan

Pada suasana bulan suci Ramadhan ini umat Islam berlomba-lomba untuk memperbaiki kualitas diri, dari sisi keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan berbagai amaliyah-amaliyah yang baik. Fenomena Astronomi yang terjadi ini dapat dijadikan sarana untuk ber tadabbur dengan merenungkan kejadian yang berada di langit untuk meningkatkan keimanan. Pertama, bahwa benda-benda langit ternyata tidak saling bertabrakan apabila berjalan pada garis edarnya masing-masing. Hal ini dapat menggugah kita bahwa apabila kita hidup di dunia ini tetap berjalan pada rel yang dituntunkan oleh Allah melalui Kitab Suci-Nya maka InsyaAllah kita akan selamat di dunia dan akhirat.

Kedua, fenomena Okultasi ini mengajarkan kita tentang sudut pandang dalam melihat sesuatu. Ternyata tidak selamanya sesuatu yang besar dapat menutupi yang kecil, bahkan sesuatu yang kecilpun dapat menutupi sesuatu yang besar karena ada faktor jarak yang mempengaruhinya. Sehingga kita dapat lebih arif dab bijak dalam melihat suatu persoalan.

Di lain sisi, hikmah fenomena ini dapat dirasakan untuk kemajuan Ilmu Pengetahuan, yakni Ilmu Hitung dan Ilmu Pengamatan atau Hisab dan Rukyat. Secara ilmu hisab fenomena ini dapat dijadikan sarana untuk mengecek dan menguji hasil perhitungan. Apakah perhitungan yang telah dihasilkan benar-benar sesuai dengan kenyataan riil yang terjadi di langit. Sehingga bisa menjadi koreksi-koreksi untuk algortima perhitungan yang akan mendatang, dan pada akhirnya kualitas hisab atau perhitungan hasilnya nanti tidak akan jauh berbeda dengan kenyataannya.

Secara ilmu rukyat tentu perkembangan instrumen pengamatan langit sampai teknis visualisasi menjadi hal yang sangat urgen belakangan ini. Dalam hal instrumen, sudah cukup baik perkembangannya, banyak berbagai tipe teleskop yang dibubuhi dengan alat penangkap citra semisal kamera atau CCD. Sedangkan dalam hal memvisualisasikannya hingga dapat dinikmati oleh banyak orang secara virtual, tentu membutuhkan teknis yang cukup rumit. Semoga dengan adanya fenomena langit semacam ini masyarakat dapat teredukasi pengetahuan astronominya melalui pengamatan virtual yang ada.

Akhiron, semoga cuaca cerah di malam 6 Ramadhan 1442 H dan dapat mengamati fenomena Okultasi Planet Mars untuk sarana kita ber-tadabbur. Sehingga dapat meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, serta menambah ilmu pengetahuan kita. Amiin  

Berita Lainnya

Masukkan Komentar

geZPo

Total Komentar (0)


Halaman :
Facebook Pages
 
Twitter