• Telp : 0725-47297, 41507
  • Fax : 0725-47296
  • Email : iainmetro@metrouniv.ac.id
Diposting oleh Tgl 10-05-2019 & wkt 09:17:50 dibaca Sebanyak 182 Kali

Lingkungan merupakan tempat sekitar yang berguna untuk manusia dan segala makhluk ciptaan tuhan lainnya, untuk dapat sekadar singgah dan tinggal serta mencari mata pencaharian. Atas dasar hal tersebut, maka kualitas dari lingkungan, akan sangat berpengaruh terhadap pola dan prilaku makhluk yang hidup di dalamnya, terkhusus manusia.

Semakin bagus kondisi lingkungan, maka akan berpengaruh positif terhadap makhluk yang menghuninya. Sebaliknya, semakin tidak terjaga lingkungannya, maka akan semakin tidak teratur kehidupan penghuninya, serta akan berdampak kepada mencuatnya permasalahan.

Penjagaan terhadap lingkungan memang penting untuk dilakukan, terlebih, jika seorang atau sekelompok orang yang tinggal di lingkungan tersebut menginginkan kehidupan yang nyaman dan sehat.

Khususnya Perkotaan, adalah tempat yang penting untuk diperhatikan terkait dengan perawatan lingkungan. mengingat, di perkotaan merupakan tempat yang rawan kumuh, yang biasanya disebabkan rapatnya penduduk dan hunian dan kesemrawutan tata letaknya, sehingga produksi sampah yang dapat merusak lingkungan semakin tinggi.

Indonesia, merupakan negara dengan jumlah sampah plastik terbesar ke-2 sedunia. Dengan capaian ini, maka diperlukan respon yang tanggap dari berbagai kalangan, seperti pemangku kebijakan yang berada di pemerintahan, kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah plastik atau dari pihak dinas kesehatan dan dinas lingkungan hidup untuk melakukan gerakan dan sosialisasi pengurangan sampah plastik.

Sampah plastik cukup berbahaya dan dapat menimbulkan dampak buruk apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Selain sifatnya yang susah terurai, sampah plastik juga mrngandung zat dioksin yang dapat membahayakan makhluk hidup, tidak terkecuali manusia.

Membutuhkan waktu paling tidak 200 hingga 400 tahun agar sampah plastik bisa terurai. Bahkan, berdasarkan penelitian ada yang menyebutkan bahwa perlu waktu hingga 1000 tahun agar sampah plastik dapat terurai.

Dampak pencemaran yang diakibatkan dari adanya sampah plastik merupakan kerusakan lingkungan baik air, tanah dan udara. Sampah plastik dapat membunuh zat pengurai di tanah dan membunuh cacing sehingga mengurangi kesuburan pada tanah. Selain itu, plastik-plastik yang secara sembarangan bila terbuang di laut, akan dimakan oleh binatang laut, sehingga menyebabkan kematian pada binatang yang memakannya.

Setelah binatang tersebut menjadi bangkai, sampah plastik yang termakan belum juga terurai, dan apabila bangkai tersebut dimakan binatang lainnya, akan mengakibatkan kematian sesuai mata rantai makanan yang ada. Dan manusia juga terkadang masuk dalam rantai makanan tersebut. Dengan begitu, manusia adalah makhluk yang tidak bisa terhindarkan dari bahaya zat dioksin pada plastik.

Sulitnya sampah plastik untuk terurai, terkadang menimbulkan tindakan  fragmatis manusia dalam memperlakukan sampah plastik, yakni dengan cara di bakar. Perlu disadari, asap dari hasil pembakaran plastik juga dapat menimbulkan pencemaran udara, dan dapat mengganggu sistem pernapasan, janin dan lain sebagainya.

Untuk itu, langkah paling tepat adalah melakukan tindakan meminimalisir sampah plastik semaksimal mungkin. Dimulai dari hal yang sangat kecil, yakni dengan berupaya menghindari membawa minuman dan makanan kemasan yang berbungkus bahan plastik sekali pakai ketika bepergian. Melainkan, mulai berusaha membawa tempat minum atau makanan yang bisa berkali-kali dipakai dan tidak langsung dibuang setelah pemakaian.

Berkaitan dengan upaya meminimalisir sampah plastik, Indonesia dapat berkaca dengan Afrika Selatan yang sejak tahun 2003 dengan keras melarang pemakaian kantong plastik.

Tidak tanggung-tanggung, Afrika selatan (negara yang sebelumnya menghasilkan 8 miliar lembar sampah plastic pertahun) dengan tegas memberlakuan sanksi berupa kurungan penjara 10 tahun atau denda sebesar 13.800 US dollar pada peritel yang didapati memberikan kantong plastik pada transaksi jual belinya. Aturan seperti ini terbukti efektif dalam meminimalisir adanya sampah plastik.

Indonesia juga bisa menerapkan pengenaan pajak khusus bagi setiap kantong plastic yang dikeluarkan. Dengan begitu, setiap belanja akan mengeluarkan biaya yang lebih ekstra mahal jika menggunakan kantong plastik. Dengan begitu, maka diharapkan masyarakat tergerak untuk membawa kantong sendiri yang sifatnya tidak sekali pakai saat berbelanja.

Singapura, juga sudah lama gencar mengkampanyekan ”BRING YOUR OWN BAG”. Kampanye semacam ini sudah dilakukan Singapura sejak 2007. Pada hari pertama kampanye, berhasil mengurangi hingga 100.000 penggunaan kantong plastic, dan secara kontinu berhasil mengurangi penggunaan kantong plastik hingga 60%.

Saatnya kita sadar untuk mulai mengurangi konsumsi kantong plastik, dimulai dari diri sendir dan berusaha untuk menularkannya kepada orang lain. puasa kantong plastik, artinya kita peduli dengan lingkungan dan generasi selanjutnya.

Penulis :Wepo

 

Berita Lainnya

Masukkan Komentar

6dUZt

Total Komentar (0)


Halaman :
Facebook Pages
 
Twitter
 
Jajak Pendapat
Polling Management
Apakah Web ini sudah memberiakan informasi yang anda butuhkan?
2616(67.9%)
TOTAL 3853
Statistik
Online : 1 User
Hits : 3667731
Hari Ini : 271
Bulan Ini : 3810
Tahun Ini : 339470
Total : 1567221