• Telp : 0725-47297, 41507
  • Fax : 0725-47296
  • Email : iainmetro@metrouniv.ac.id
Diposting oleh Tgl 12-04-2021 & wkt 05:53:32 dibaca Sebanyak 244 Kali

Moelki Fahmi Ardliansyah, M.H. (Dosen Fakultas Syariah IAIN Metro)
Setiap tahun menjelang awal bulan Ramadhan dan Syawal, beberapa kolega sering bertanya  tentang kepastian kapan awal puasa dan lebaran. Pertanyaannya tersebut tentu dengan berbagai macam hal yang melatarbelakanginya. Mulai dari persiapan puasa dan lebaran sampai untuk menginformasikan kepada jamaahnya. Ala kulli hal, informasi tersebut sangat dinantikan. 

Sebagai orang yang menggeluti keilmuan falak, dirasa sedikit banyak dapat memprediksi awal bulan qamariyah. Ada 2 metode yang lazim digunakan dalam menentukan awal bulan, yakni Hisab dan Rukyat. Karena Rukyat informasinya baru didapat pada tanggal 29 (akhir bulan), sehingga banyak yang ingin mengetahui lebih dahulu dari prediksi Hisab. 

Antara Hisab dan Rukyat sesungguhnya 2 metode yang saling berkelindan yang tak terpisahkan layaknya 2 sisi mata koin. Hisab sifatnya hanya prediktif karena berdasarkan hitungan di atas kertas, bisa saja salah dan tidak sesuai dengan realita pergerakan benda langit, oleh karenanya perlu verifikasi melalui observasi di lapangan yakni dengan melalui pelaksanaan Rukyat. 

Sedangkan Rukyat sendiri kegiatan mengamati Hilal sesaat setelah Matahari terbenam pada hari terjadinya Ijtima' (Bulan dan Matahari berada dalam satu Bujur Astronomis). Tentu pelaksanaan Rukyat tidak akan berkualitas apabila tidak dipandu dengan data Hisab. Seseorang akan salah menghadap atau salah memfokuskan instrumen rukyatnya apabila tidak dipandu data Hisab yang akurat. Dengan begitu tidak ada yang lebih diunggulkan dari kedua metode tersebut. 

Lantas mengapa hasil prediksi hisab lebih diminati? Karena sebagai informasi awal,  setidaknya tanda-tanda penetapan awal bulan dapat diketahui melalui hasil hisab, meskipun pelaksanaan rukyat belum dilaksanakan. Terlebih lagi data-data astronomis yang digunakan semakin akurat dan terdapat Kriteria Imkan Rukyat (kemungkinan bisa dirukyat). Namun perlu diingat, rukyat bukan berarti ditinggalkan. Selain hisab, informasi hasil rukyat masih dinanti dalam hal Itsbat awal bulan. 

Di Indonesia kriteria Imkan Rukyat yang digunakan adalah Kriteria MABIMS. Yakni, apabila ketinggian Hilal lebih dari 2 derajat, elongasi lebih dari 3 derajat, dan atau umur Bulan lebih dari 8 jam. Maka hal ini secara hisab telah memenuhi kriteria hilal dimungkinkan dapat dirukyat. 

Bagaimana Hasil hisab menjelang awal Ramadhan 1442 H dengan Markaz perhitungan Fakultas Syariah IAIN Metro (koordinat : -5°7'7" LS, 105°20'18" BT)? Dapat diketahui Ijtima' terjadi pada hari Senin 12 April 2021, pukul 09:30:39,40 WIB, Matahari terbenam pukul 18:00:21,04 WIB pada azimuth  278°47'43,63". Umur bulannya 08 jam 29 menit 41,44 detik. Sedangkan ketinggian Hilal saat Matahari terbenam yakni 3°35'32, 34" di azimuth 277°18'34,52" dan Elongasinya 4°27'37,71". Secara hisab telah memenuhi kriteria Imkan Rukyat, sehingga dapat diprediksi awal puasa bertepatan pada hari Selasa 13 April 2021.

Bagaimana dengan menjelang awal Syawal 1442 H? Diketahui Ijtima' terjadi pada hari Rabu 12 Mei 2021, pukul 01:59:46,63 WIB, Matahari terbenam pukul 17:52:33,20 WIB pada azimuth  288°13'54,51". Umur bulannya 15 jam 52 menit 46,57 detik. Sedangkan ketinggian Hilal saat Matahari terbenam yakni 5°31'23,56" di azimuth 288°41'09,92" dan Elongasinya 6°21'55,03". Secara hisab telah memenuhi kriteria Imkan Rukyat, sehingga dapat diprediksi lebaran bertepatan pada hari Kamis 13 Mei 2021.

Pada tahun ini secara prediksi hisab, umat Islam di Indonesia akan berpuasa selama 30 hari, dari tanggal 13 April 2021 sampai 12 Mei 2021. Namun, untuk informasi yang lebih meyakinkan disarankan tetap menunggu hasil Itsbat oleh Pemerintah c.q. Kemenag RI  yang mendasarkan pada Hisab dan hasil Rukyat. 

Akhirnya, kami ucapkan Marhaban ya Ramadhan 1442 H. Mohon maaf atas segala salah dan khilaf. Selamat menjalankan ibadah Puasa dan semoga kita tetap diberi kekuatan dan kesehatan supaya dapat beribadah di bulan Mulia. Amiin

Berita Lainnya

Masukkan Komentar

OF0ZI

Total Komentar (0)


Halaman :
Facebook Pages
 
Twitter
 
Jajak Pendapat
Polling Management
Apakah Web ini sudah memberiakan informasi yang anda butuhkan?
2607(68.0%)
TOTAL 3832
Statistik
Online : 3 Users
Hits : 3568680
Hari Ini : 1241
Bulan Ini : 29858
Tahun Ini : 273008
Total : 1500759