• Telp : 0725-47297, 41507
  • Fax : 0725-47296
  • Email : iainmetro@metrouniv.ac.id
Diposting oleh Tgl 10-05-2019 & wkt 09:23:49 dibaca Sebanyak 118 Kali

Era industri 4.0 sudah secara konkret terjadi dan menuntun sebagian besar manusia ke arah persaingan yang lebih ketat. Era industri 4.0 ini memang sudah selayaknya terjadi, sejalan dengan tingkat kreativitas dan inovasi manusia yang semakin berkembang. Ketika sebagian manusia dengan kerja kerasnya mampu berevolusi sampai pada titik industri 4.0, maka sebagian besar manusia lainnya juga harus akrab terhadapnya (era 4.0), untuk sampai kepada titik setelahnya, yang mungkin mengunggulinya.

Dalam sudut pandang negara, Indonesia sendiri masih merangkak dan belum bisa berjalan tegak untuk mengimbangi era 4.0 ini. Dalam hal ini, Indonesia masih memiliki kesiapan dalam kategori separuh tenaga, jika dibandingkan dengan negara ASEAN lain seperti Singapura, Thailand, dan lain-lain yang cukup power full dalam menghadapi era 4.0, baik dari segi SDM ataupun infrastruktur.

Dalam grafik yang menggambarkan perbandingan tentang kesiapan teknologi antara negara-negara anggota ASEAN untuk menghadapi era 4.0, diantaranya Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, Laos, Kamboja, Brunei Darussalam dan Vietnam, menjelaskan bahwa pada tahun 2017-2018, Indonesia berada pada peringkat ke-6 dari 9 negara ASEAN tersebut dalam hal kesiapan teknologi dalam menghadapi era 4.0. Data ini diambil dari Schwab dan Sala-i-Martin, 2015 dan 2018 yang sudah diolah dalam buku “PERSAINGAN INDUSTRI 4.0 DI ASEAN. DI MANA POSISI INDONESIA” Yang ditulis oleh Nitia Agustina. K. A.[1][1]

Berdasarkan data yang berasal dari sumber yang sama, bahwa antara angka 0-6, kesiapan Indonesia dalam bidang teknologi untuk menghadapi era industri 4.0 ini masih berada di angka 3,9. Artinya, masih jauh dari kata full powwer untuk Indonesia dalam hal teknologi untuk bersaing di era 4.0 ini.

Berdasarkan numerik yang ada, tentu menyulut tindakan pemerintah untuk membuat kebijakan. Diantaranya lahirnya kebijakan Making Indonesia 4.0. Making Indonesia 4.0 merupakan sebuah roadmap untuk meningkatkan competitiveness Indonesia, dalam merevolusi strategi industri, agar lebih berdaya saing global di era 4.0 ini.[2][2] Kemudian, yang diharapkan bahwasanya, Making Indonesia 4.0 yang dirancang oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ini bukan hanya sebuah kelatahan akibat lahirnya revolusi industri 4.0. Melainkan, tentu diharapkan Making Indonesia 4.0 ini benar-benar bentuk kesadaran pemerintah dalam membangun semangat berevolusi dalam mengoptimalkan kesiapan bersaing di era 4.0, serta mempersiapkan menuju era selanjutnya yaitu era 5.0.

Dalam infografik yang terdapat dalam buku "Persaingan Industry 4.0 Asean, Di Mana Posisi Indonesia" oleh Nitia Agustina menunjukkan bahwa, selain rendahnya kesiapan teknologi Indonesia dalam menghadapi Era 4.0, juga memperlihatkan rendahnya tingkat innovation. Tentu ini merupakan suatu tantangan besar bagi Indonesia, untuk dapat meningkatkan kesiapan teknologi serta meningkatkan inofasi-inofasi yang lahir dari putra-putri terbaik bangsa.

Indonesia sangat membutuhkan sumbangsih pemikiran inovatif dalam rangka membangun kesiapan Indonesia di era 4.0 selain dari pada kesiapan teknologi. Konektivitas serta komunikasi yang semakin konvergen, yang kemudian membuat seluruh bagian dunia tanpa sekat, membuat persaingan yang semakin terbuka dan luas, sehingga memerlukan kekuatan yang lebih untuk dapat bersaing secara global.

Sebagai pemuda bangsa, sudah selayaknya kita menumbuhkan mental owner, dan membuang jauh-jauh keinginan menjadi karyawan, manajer di perusahaan besar serta jabatan-jabatan lain di perusahaan-perusahaan besar yang hanya mempertahankan status buruh (pesuruh) bagi mereka yang menjalaninya.

Generasi milenial, yang pada dasarnya terlahir di tengah maraknya perkembangan teknologi informasi, dan sudah banyak mengenal apa dan bagaimana teknologi, merupakan peluang yang sungguh berharga untuk dapat dimanfaatkan, dengan cara memanfaatkan media sosial serta fasilitas digilal lainnya untuk dapat membuat semakin kreatif. Dari kreativitas serta ketepatan memanfaatkan teknologi dan media sosial yang ada, dapat melahirkan perusahaan daring yang bernilai ekonomis, walaupun dalam skala kecil. Misalkan blog, web site, market place dan yang lainnya.

Sudah saatnya generasni milenial menjadikan konektivitas serta keterbukaan informasi yang ada ini bukan hanya sekadar untuk hiburan dan eksistensi saja. Melainkan bagaimana kita memanfaatkan konektivitas jaringan yang semakin luas ini untuk hal-hal yang lebih berharga serta berpotensi meningkatkan kreativitas dan berpotensi untuk bernilai ekonomis.

Generasi milenial harus banyak fokus kepada pembangunan yang sifatnya berbasis digital. Mulai membangun perusahaan sendiri melalui jejaring yang ada. Dan menumbuhkan semangat owner agar ada di dalam diri setiap pemuda Indonesia. Dengan begitu, kurangnya kesiapan teknologi yang dialami Indonesia dalam bersaing di era 4.0, akan tertopang dengan semangat kompetitif SDM nya dalam bersaing di era otomasi (4.0) ini. 

 

Penulis : WEPO

 



 

 

Berita Lainnya

Masukkan Komentar

57gGs

Total Komentar (0)


Halaman :
Facebook Pages
 
Twitter
 
Jajak Pendapat
Polling Management
Apakah Web ini sudah memberiakan informasi yang anda butuhkan?
2616(67.9%)
TOTAL 3853
Statistik
Online : 1 User
Hits : 3667665
Hari Ini : 210
Bulan Ini : 3749
Tahun Ini : 339409
Total : 1567160