• Telp : 0725-41507
  • Fax : 0725-47296
Diposting oleh Administrator Tgl 28-12-2017 & wkt 04:35:06 dibaca Sebanyak 64 Kali

Metro, metrouniv.ac.id – Rumah jurnal IAIN Metro dan sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) IAIN Metro telah diresmikan, Kamis (28/12). Acara peresmian ini dilaksanakan di Rumah Jurnal IAIN Metro. Hadir dalam acara ini untuk meresmikan Prof. M. Arskal Salim GP, MA. Ph.D., Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Ditjen Pendis Republik Indonesia.

Prof. Arskal mengatakan, bahwa Rumah Jurnal merupakan langkah strategis untuk menggiatkan tradisi menulis. “Kita terbiasa dengan oral tradition. Sekarang para dosen ditantang untuk menulis,” ujarnya.

Rumah Jurnal juga bisa menjadi magnet untuk menarik pengkajian, lewat publikasi jurnal yang sudah ada. IAIN Metro sudah memiliki Jurnal Akademika yang sudah terakreditasi, dan saat ini sudah memasuki tahun ke-empat.

“Kita ingin agar percepatan publikasi didorong oleh naskah dari dalam, juga naskah dari luar. Akhir-akhir ini digagas kerjasama antar Kapuslit di PTKIN dalam wujud pertukaran naskah, tapi belum ada tehnisnya,” imbuh Prof. Arskal.

Prof Arskal berharap, ke depan ada bank naskah. Satu Jurnal menaruh 1 artikel kemudian mengambil 1 artikel. Harus ada bankernya yang mengelola deposit naskah.

Kampus bisa mengajak PT swasta untuk publikasi. Jika jurnalnya sudah terakreditasi, maka akan berdampak pada banyaknya publikasi. Jika belum akreditasi, pengelola jurnal harus bekerja keras. Penulis juga akan memikirkan berapa poinnya jika ingin mengirim artikel di Jurnal. 

“Selain itu, perlu kiranya untuk menerbitkan tesis mahasiswa pascasarjana. Tentu saja akan menambah akreditasi. Pelan-pelan jurnal di IAIN Metro bisa terakreditasi semua. Lembaga perlu berikan penghargaan khusus bagi Jurnal yang terindeks Scopus,” ungkap Prof. Arskal.

Prof. Arskal memberikan apresiasi kepada pimpinan IAIN Metro yang ikut memikirkan perkembangan jurnal. Karena menurutnya, tidak banyak PTKI yang mengapresiasi Jurnal. 

Prof Arskal mengatakan, “Maka perhatian pimpinan patut kira syukuri. Sebagai direktur PTKI, saya mengapresiasi seluruh pimpinan kampus yang selalu memperhatikan akreditasi dan reakrediradi, baik prodi, institusi, maupun jurnal.”

Di akhir pembicaraan, Prof Arskal menyarankan agar akreditasi jurnal diusahakan agar terus ditingkatkan, “Tingkatkan akreditasi jurnal dari B menjadi A. Kalau sudah terindeks Scopus, panjang sekali antreannya. Studia Islamica dan Al Jamiah antrean sampai 2020, JISS Surabaya antrean sampai 2019,” pungkasnya. (Tomi/Humas)

Berita Lainnya

Masukkan Komentar

blV0h

Total Komentar (0)


Halaman :