• Telp : 0725-41507
  • Fax : 0725-47296
Diposting oleh Administrator Tgl 02-10-2017 & wkt 11:17:07 dibaca Sebanyak 233 Kali


Metro, IAIN Metro- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Metro gelar kuliah umum bertema "Sertifikasi Kompetensi dalam Mewujudkan Kapasitas Sumber Daya Insani" dengan pemateri Achmad Iqbal, SP., ME Sekertaris Umum Pusat Lembaga Sertifikasi Profesi Keuangan Syariah. Acara berlangsung mulai pukul 08.00 sampai 12.00 Wib di GSG IAIN Metro Senin (02/10). Dekan FEBI, Dr. Widhia Ninsiana, M.Hum dalam sambutanya menegaskan bahwa mahasiswa, khususnya dari FEBI harus mulai menumbuhkembangkan potensi diri sehingga kedepannya mampu berkompetisi di pasar global persaingan industri ekonomi islam dan perbankan syariah.

Widhia juga mengharapkan mahasiswa FEBI mampu masuk dan mendapatkan sertifikat profesi sehingga akan berpengaruh pada kurikulum yang akan diarahkan ke lapangan pekerjaan. Senada dengan Widhia, Dr. Suhairi, M.Ag selaku wakil rektor 1 dalam sambutanya menginformasikan bahwa untuk lulusan Tarbiyah dan Syariah umumnya sebelum masuk ke dunia kerja akan ikut pendidikan profesi minimal satu tahun. "Kedepannya kompetensi profesi seperti ini memang harus dimasukan ke dalam kurikulm sehingga mampu mengakomodir kebutuhan mahasiswa yang tidak lain adalah calon-calon kompetitor di dunia kerja," tegas Suhairi.

Sertifikasi menjadi penting untuk mereka yang bekerja di lembaga keuangan syariah untuk menunjukan sekaligus menampik stigma negatif masyarakat terkait dengan profesionalitas lembaga keuangan syariah. "Kedepan persaingan sangat berat, bahkan kompetitor dari luar negeri. Jika kalian memiliki keahlian dan kompetensi yang baik maka niscaya bukan kalian yang mencari pekerjaan, akan tetapi pekerjaanlah yang mencari kalian," pungkas Suhairi.

Amir Iqbal memaparkan secara gamblang kondisi riil industri syariah yang termasuk di dalamnya adalah market share bank syariah di Indonesia yang saat ini masih di angka 7% dari 60% penduduk indonesia yang menggunakan jasa perbankan. Hal tersebut menurut Amir sudah cukup jelas menggambarkan bahwa dunia industtri syariah khususnya perbankan syariah bukanlah suatu "lahan aman" atau dengan kata lain sektor industri keuangan syariah merupakan medan perang perjuangan ekonomi rabbani.

Maka dari itu, peningkatan kapasitas, karakter, kontribusi, koneksi, dan jaringan setiap individu masahiswa merupakan sesuatu yang seharusnya diasah sedari awal karena kelima poin tersebut goal-nya akan tertuju pada kompetensi masing-masing. Di seperempat waktu kuliah umum berlangsung Amir menganjurkan kepada seluruh peserta untuk mendalami Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang dapat di download di website Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. "Bapak-ibu dosen juga seharusnya mulai memikirkan dan menimbang SKKNI ini dimasukkan ke mata kuliah tanpa melangkahi regulasi dari penyedia SKKNI," pesan Amir kepada dosen-dosen yang hadir dalam acara tersebut. [JN]

Berita Lainnya

Masukkan Komentar

I0PEH

Total Komentar (0)


Halaman :