• Telp : 0725-41507
  • Fax : 0725-47296
Diposting oleh Dharma Setyawan Tgl 12-08-2017 & wkt 06:23:31 dibaca Sebanyak 51 Kali

Metro, IAIN Metro – Seorang Doktor dari Kampus Islam Muhammadiyah Singapura Saifuddin Amin menjadi speaker ke enam dalam acara Metro International Conference on Islamic Studies (MICIS) di GSG IAIN Metro. Pada kesempatan itu Dr. Saifuddin Amin memaparkan kondisi Islam di Singapura pada saat ini. “Singapura saat ini termasuk ke dalam negara yang sekuler, yaitu negara yang memisahkan antara agama dengan negara. Negara yang sekuler pasti akan ada implikasi misalnya terhadap Islam”.

Implikasi terhadap Islam seperti dilarangnya memakai jilbab, suara adzan yang tidak diperbolehkan menggunakan pengeras suara dan tidak adanya pelajaran agama di sekolah-sekolah. “Walaupun demikian adanya, Islam Singapura yang minoritas adalah warga minoritas yang paling bahagia” ujar Saifuddin Amin

Kemudian ia menambahkan, “Islam Singapura yang minoritas ini bisa bahagia karena bisa menjalankan kewajiban-kewajibannya secara aman dan tanpa diskriminasi. Walaupun negara sekuler tetapi ada sebuah Undang-undang berkenaan orang Islam di Singapura yaitu  Administration of Muslim Law Act (AMLA ), bahkan ada sebuah lembaga MUIS (Majlis Ugama Islam Singapura) dan ROMM (Registry of Muslim Marriages) serta Mahkamah Syariah yang menangani perihal cerai.”

“Keharmonian Kaum di Singapura ini bisa kita lihat dengan adanya (IRO) Inter-religious Organisation, sering adanya kegiatan dialog dan seminar berkenaan agama, serta yang paling menarik adalah ada sebuah masjid di Singapura yang menjadi tempat keharmonian yang disebut dengan The Harmony Center)” pungkas Dr. Saifuddin Amin mengakhiri pemaparan materi beliau.

Berita Lainnya

Masukkan Komentar

JpvB3

Total Komentar (0)


Halaman :
Jajak Pendapat
Polling Management
Apakah Web ini sudah memberiakan informasi yang anda butuhkan?
601(45.5%)
TOTAL 1322
Statistik
Online : 1 User
Hits : 1345783
Hari Ini : 819
Bulan Ini : 25305
Tahun Ini : 303751
Total : 304143