• Telp : 0725-41507
  • Fax : 0725-47296
Diposting oleh Administrator Tgl 14-02-2018 & wkt 03:38:20 dibaca Sebanyak 43 Kali

Batam (IAINMETRO) --- Rektor Institut Agama Islam Negeri Metro  membuka Rapat Kerja Institut Agama Islam Negeri Metro Tahun 2018 di Batam, Selasa (13/02) Dalam Rakernas yang mengangkat Tema: Implementasi Lima Nilai Budaya Kerja Wujudkan IAIN yang Unggul dan Modern.

Raker IAIN Metro juga dihadiri Itjen Kementerian Agama  RI, Dr.Hilmi Muhammadiyah, sebagai narasumber Dr. Hilmi muhammadiyah menyarankan membedah kembali RKA/KL supaya program direktif Menteri Agama masuk dalam program Perguruan Tinggi. “Institut Agama Islam Negeri Metro merupakan PTKIN yang pertama merespon edaran Itjen Kementerian Agama”, pungkasnya.

Sesuai dengan amanat Menteri Agama, “Penggunaan perangkat elektronik untuk membangun efisiensi dan transparansi. Tidak ada lagi titip-menitip absensi. Saya berharap di Kanwil-Kanwil dan kampus-kampus agar memasifkan penggunaan aplikasi online untuk urusan apa pun dalam rangka efisiensi.”

selanjutnya, Dr. Hilmi Muhammad menyampaikan program khusus yang di instruksikan menteri agama diantaranya seperti Sapa, Salam, Nyantri, Ngopi, Berkah, Bina Kawasan dan Guru Kunjung, Mengaji, dan Halal Indonesia.

Sapa adalah singkatan dari sarapan bersama seluruh agama. Menteri Agama meminta para pejabat teras Kemenag agar menyapa kembali semua penyuluh agama.

Program selanjutnya adalah Salam atau silaturahim lembaga keagamaan. Menteri Agama meminta jajarannya agar menggencarkan silaturahim ke sejumlah ormas, majelis agama, maupun tokoh agama.

Kemudian program Nyantri. Dalam program ini, Kementerian Agama akan memagangkan para siswa dan mahasiswa di pondok pesantren.

Ada pula Ngopi, ngobrol pendidikan Islam. Dengan bahasa yang lebih populer, ngaji soal pendidikan Islam. Kemudian Berkah, belajar rahasia nikah. Kemenag secara serius akan membenahi pendidikan pranikah dan program perkawinan. "Sebab, pak menteri agama mengaku cukup prihatin dengan makin maraknya angka perceraian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan hal-hal yang mendegradasi sakralitas pernikahan", pungkas Dr. Hilmi.

Program Mengaji atau mengasah jati diri Indonesia berbentuk forum dialog dengan tokoh agama atau tokoh masyarakat. Forum ini dibentuk untuk membicarakan berbagai hal yang berkembang di masyarakat. Terutama yang terkait dengan keindonesiaan di tengah kompleksitas kehidupan yang semakin kompetitif.

Sementara Halal Indonesia merupakan salah satu core (program utama) Kementerian Agama yang melahirkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Dengan kehadiran BPJPH ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat terkait produk-produk halal.

"Harapannya, peserta memahami dan berkomitmen menjalankan program direkrtif Menag dan program strategis masing-masing unit, memulai bertransformasi ke kuktur digital dan menghasilkan program inovatif yang kompetitif," imbuh Itjen.

Rakernas yang diikuti oleh 55 peserta tersebut, terdiri atas para pejabat eselon 2, eselon 3, para senat, para dekan dan jajarannya, para ketua lembaga, para kepala unit, dan lain sebagainya. Raker berlangsung tgl 13 - 16 Februari 2018.[adjie]

Berita Lainnya

Masukkan Komentar

gjNhq

Total Komentar (0)


Halaman :