• Telp : 0725-41507
  • Fax : 0725-47296
Diposting oleh Administrator Tgl 27-12-2017 & wkt 11:31:24 dibaca Sebanyak 161 Kali

Metro, metrouniv.ac.id - IAIN Metro pada Kamis, 28 Desember 2017 mengadakan acara Diseminasi Paradigma Transformatif Penelitian, Pengabdian dan Publikasi dengan tema "Dialektika Islam di Sumatra: Membaca Dinamika Islam dan Tradisi di Lampung" bertempat di Gedung Serba Guna Kampus I IAIN Metro Lampung.

Acara ini juga dalam rangka perkenalan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Ditjen Pendis Republik Indonesia Prof. M. Arskal Salim GP, MA. Ph.D.

Narasumber pada acara Diseminasi Paradigma Transformatif Penelitian, Pengabdian dan Publikasi yaitu Prof. M. Arskal Salim GP, MA. Ph.D. (Ditjen Pendis Kemenag RI), Prof. Syarifuddin Basyar, M.Ag (Ketua STAIN Metro 2007-2011), Prof. Dr. Enizar, M. Ag (Rektor IAIN Metro), Dr. Rumadi Ahmad, MA (UIN Jakarta), Dr. Suhairi, S.Ag. M.H (IAIN Metro).

Dalam penyampaian materinya, Prof. Arskal menyampaikan bahwa perubahan itu terjadi karena berbagai perubahan. Aceh misalnya, bagaimana perubahan terjadi pascatsunami. Banyak dosen yang meninggal bahkan guru besar. "Jaringan universitas di Australia ingin mengembalikan tradisi keilmuan di Aceh. Saya diminta membantu dari bagaimana membuat proposal, menyiapkan instrumen penelitian dan sampai pada meneliti di lapangan," terangnya.

Di Aceh terjadi perubahan-perubahan mulai dari kelompok radikal, perubahan gender. Bagaimana paradigma transformatif bicara perubahan dan faktor yang menjadi penyebab perubahan. Perubahan dan konflik menjadi perhatian utama para peneliti. Hanya dua hal yang ingin diketahui dari pembaca yaitu bagaimana dinamika perubahan dan dinamika konflik.

"Dialektika Islam kita teringat soal Hegel terkait tesis, sintesis dan antitesis. Saya ingin menjelaskan tradisi besar Islam yaitu Islam di jazirah Arab yang dianggap paling otentik dan paling valid sanadnya. Tradisi kecil misal Islam di Afrika dan Islam di Indonesia. Hal ini akhirnya dipertentangkan dan munculah sintesa-sintesa. Misal muncul Islam Nusantara adalah akibat dari sintesa-sintesa tersebut. Tradisi yang ada di Afrika dan di Amerika itu sebanding dengan tradisi Islam di Arab, ini yang disebut diskursus tradision. Islam literal, Islam liberal yang dipertentangkan," imbuh Arskal.

Islam Sumatra apakah varian Islam sendiri dari Islam yang berkembang di Indonesia, misalnya di pulau Jawa. Islam Sumatra perlu dikaji pionirnya seperti Taufik Abdullah. "Mahasiswa saya melihat kelompok varian Islam Sumatra seperti salafi Sumatra. Topik Islam Sumatra menjadi topik yang perlu diteliti. Islam di Lampung juga perlu diteliti misal di Metro yang 80% adalah Jawa. Sebagaimana Azyumardi Azra bicara Islam warna warni. Islam di Indonesia adalah wajah Islam yang majemuk," tegasnya .

Penelitian-penelitian yang bisa di publikasikan adalah yang memiliki nilai, yang memiliki kebaruan. "Sebagai reviewer saya selalu membaca pendahuluan. Di dalam pendahuluan itu saya membaca ide apa yang baru. Saya ingin memberikan saran kepada bapak ibu terkait dengan penelitian empiris. Benda-benda yang kita lihat di sekitar kita dan punya makna bagi masyarakat Islam itu sangat menanti dalam penelitian empiris," ujar Prof. Arskal.

Keinginan Indonesia menghasilkan guru besar dengan publikasi internasional. Seorang akademisi yang ingin  menjadi seorang guru besar harus dengan publikasi internasional. Kemenristek Dikti mencanangkan 1000 guru besar. "Bagaimana dengan PTKI? Berapa yang harus kita kontribusikan. Kita lakukan pemetaan dari UIN, IAIN dan STAIN. Kualitas dari perguruan tinggi dilihat dari guru besar. UIN Jakarta meskipun memiliki jumlah terbanyak guru besar di Indonesia tapi hanya sekitar 60-an guru besar. UIN Surabaya masuk urutan ke dua dengan jumlah guru besar 36 orang," jelasnya.

Selama 3-5 tahun mendatang IAIN Metro harus bertambah jumlah guru besarnya. Harus ada pendampingan dari hasil penelitian, masuk ke tahap jurnal kemudian di kawal sampai Jurnal Scopus. Ini butuh perhatian, butuh pendampingan dan juga butuh dana.

Berita Lainnya

Masukkan Komentar

9KiN5

Total Komentar (0)


Halaman :