• Telp : 0725-41507
  • Fax : 0725-47296
Diposting oleh Tgl 24-10-2017 & wkt 11:15:50 dibaca Sebanyak 39 Kali

Manusia diciptakan dengan penuh kesempurnaan. Walaupun perlu juga kita sadari, bahwa tidak ada makhluk yang sempurna, namun manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling baik diantara yang lain. Kesempurnaan itu tergambar dari bentuk fisik, wajah yang sempurna, serta ditambah dengan akal yang membuat manusia semakin berwibawa.

Golongan manusia merupakan golongan yang paling dimuliakan di antara golongan yang lain, dapat di lihat dari tugas manusia sendiri yang diberikan kepercayaan untuk menjadi khalifah (pemimpin) di bumi yang Tuhan ciptakan. Ini merupakan amanah yang mulia dan hanya manusia yang berhak melakukannya.

Kewibawaan manusia semakin bertambah dengan akal yang Tuhan berikan. Akal senantiasa membantu manusia untuk terus berkembang dan meningkatkan potensi diri. Salah satu bentuk nyata dari kesempurnaan akal manusia adalah datangnya zaman modern seperti saat ini. Adanya alat komunikasi, sehingga manusia semakin mudah berkomunikasi, adanya kendaraan (motor, mobil, pesawat, kereta api) sehingga manusia semakin cepat untuk bepergian, merupakan bentuk manifestasi dari hebatnya akal manusia.

Dengan begitu, penting bagi kita sebagai manusia untuk mensyukuri semua yang telah ada pada diri kita, termasuk akal. Sebagai manusia yang bersyukur, menjaga dan menggunakan akal dengan baik merupakan salah satu bentuk wujud syukur kita kepada yang maha Esa.

Selalu melatih akal, dengan terus berkarya, merupakan bentuk penggunaan yang baik untuk akal kita, agar berguna untuk sesama makhluk Tuhan. Selalu meningkatkan kecerdasan intelektual, juga merupakan bentuk penjagaan yang baik untuk akal kita, agar terhindar dari jahiliyah (kebodohan).

Berkarya, berarti kita perduli terhadap kehidupan. Tanpa adanya karya dari manusia, tentu kehidupan ini tidak akan bisa berlangsung dengan baik seperti saat ini. Karena berkarya itu untuk kehidupan. Semua yang kita nikmati saat ini, tidak lain adalah hasil karya dari manusia.

Semangat berkarya, berarti dia bersemangat membangun kehidupan. Karya bisa dikatakan sebagai pondasi yang kuat untuk kehidupan yang maju dan modern. Tanpa adanya karya dan inovasi, kehidupan manusia bisa jadi akan stagnan dan tanpa perkembangan.

Jika kita sadar, bahwa kita sebagai manusia diberikan akal yang sempurna, maka kita harus berkarya. Manusia harus terus berkarya dan berinovasi, walaupun karya itu sepele dan sederhana. Sesederhanapun karya dari manusia, yakinlah, bahwa itu jauh lebih baik dibandingkan mereka yang tidak mau mencoba untuk berkarya, bahkan mungkin apatis terhadap karya.

Dengan berkarya, kita berbuat untuk kehidupan. Bukan hanya kehidupan kita pribadi, namun karya yang kita buat, dapat memberikan manfaat bagi kehidupan banyak manusia. Yakinlah, bahwa kita mampu berkarya, bangunlah optimisme dalam diri kita, bahwa setiap karya tidak ada yang sia-sia. Semua akan bermanfaat jika tuhan sudah menetapkan waktunya.

Namun, yang menjadi masalah pada diri manusia, terkadang ada yang mereka itu masih takut untuk berkarya. Bukan lantaran dia tidak bisa, namun karena takut karyanya tidak bagus, takut akan karya yang dibuatnya mendapat kritikan dari orang lain, serta pesimis, dan merasa bahwa karyanya belum pantas untuk dipublikasikan.

Ada juga, manusia yang dia justru meragukan karya hasil olah pikirnya sendiri. Hal demikian, menurut penulis sesuatu hal yang justru dapat menghambat karyanya sendiri. Kapan karya seseorang bisa menjadi maju dan bermanfaat, kalau yang berkarya saja masih ragu dengan karyanya, dan takut akan kritikan.

Rasa optimis itu perlu ada dalam diri setiap manusia, dalam melakukan segala hal, termasuk dalam hal berkarya. Semua yang menjadi orientasi kita dalam kehidupan ini harus kita jalankan dengan penuh keyakinan. Karena keyakinan atau optimisme, itu bisa mensugesti diri kita dan dapat membantu kondisi psikis kita, sehingganya dalam menjalani sesuatu, kita penuh dengan keyakinan menuju sebuah keberhasilan.

Kita harus bangun keyakinan, bahwa apa yang kita perbuat, apa karya kita, itu hasil dari akal kita yang sempurna. Akal yang diberikan Tuhan kepada kita. Jadi, apapun karya yang berasal dari akal kita, itu juga berasal dari Tuhan, karena akal itu milik Tuhan, yang dianugerahkan untuk kita.

Jika kita ragu dengan karya yang dihasilkan dari akal kita, berarti kita juga ragu dengan kesempurnaan akal yang Tuhan berikan kepada kita. Kita meragukan ciptaan Tuhan yang berupa akal tersebut. Dan itu hal yang tidak baik serta dilarang terutama dalam ajaran agama.

Tidak ada yag sia-sia, apapun yang Tuhan ciptakan. Dan baguslah setiap apa yang dihasilkan dari apa yang menjadi ciptaannya. Untuk itu, berkaryalah dengan penuh keyakinan, dan doronglah dengan rasa kemauan, guna mensyukuri dengan cara menikmati apa yang Tuhan berikan kepada kita selaku hambanya.

Dengan berkarya, berarti kita sudah memiliki niatan baik dalam hidup ini. Serta kita harus yakin, bahwa sesuatu yang baik pasti akan mendapat pertolongan dari Tuhan. Tuhan tidak mungkin membiarkan kebaikan itu tidak muncul kepermukaan. Suatu saat niat baik yang kita lakukan, yaitu dengan berkarya, pasti akan ada timbal balik yang positif untuk kita

Jangan pernah lelah untuk berkarya, karena Tuhan  juga pasti selalu mengawasi kita. Tidak ada yang sia-sia dari karya yang kita ciptakan. Percayalah bahwa Tuhan selalu menghargai karya kita, semua itu Tuhan tunjukkan dengan kesuksesan yang kita peroleh dari berkarya.

Jangan ragu untuk berkarya, karena manusia tanpa karya, berarti seperti tanaman tanpa buah. Dia ada, dia hidup, dan dia berdiri. Namun sayang, tidak ada buah yang bisa dibagikan untuk sesama makhluk Tuhan. Kita harus menjadi tanaman yang berbuah, memberikan manfaat untuk sesama makhluk tuhan. Dia bisa menikmati buah kita, disaat lapar, ataupun haus. Hidup bukan soal apa yang kita cari, tapi hidup soal apa manfaat yang kita beri.

Penulis: Wepo (Mahasiswa IAIN Metro)

Berita Lainnya

Masukkan Komentar

153PZ

Total Komentar (0)


Halaman :