• Telp : 0725-41507
  • Fax : 0725-47296
Diposting oleh Tgl 24-06-2016 & wkt 08:08:09 dibaca Sebanyak 898 Kali

PUASA DAN KESEDERHANAAN
 
Oleh : Didik Kusno Aji
Dosen Jurusan Sayariah STAIN Metro
  
 
Alhamdulilah, kita masih bisa dipertemukan dengan bulan puasa di tahun ini. Puasa merupakan suatu ibadah yang penuh dengan makna dan pembelajaran. Dalam Islam, perintah melaksanakan puasa tertuang dalam al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183 : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.”
 
Dalam pelaksanaan ibadah puasa, sebanarnya ada begitu banyak makna yang terkandung di dalamnya. Salah satu makna itu yaitu mengenai ajaran kesederhanaan. Dimana dalam Islam, seseorang dilarang untuk bersikap sombong dan membanggakan diri. Sikap rendah hati ini dapat diwujudkan dalam setiap perilaku kita, baik terhadap diri kita sendiri, terhadap orang lain, maupun terhadap Allah, Swt. Seorang muslim yang memiliki sifat rendah hati, maka ia akan mendapatkan keridhaan dan keberkahan dari Allah Swt. Dalam ajaran Islam sendiri, sikap seperti ini tentu sangat dianjurkan.
 
Sikap rendah hati seorang muslim dapat terlihat dari apa yang ia ucapkan dan apa yang ia lakukan. Dalam berucap misalnya, ia akan senantiasa berhati-hati, tidak menyinggung orang lain, tidak merendahkan dan sangat menghargai. Sebaliknya, segala kelebihan yang ia miliki, tidak ditampakan secara sombong. Ia menganggap bahwa kelabihan yang ia miliki adalah sebuah nikmat yang harus disyukuri. Orang seperti inilah yang dalam Islam disebut Tawadu’.
 
Allah sendiri sangat melarang manusia untuk memiliki sifat sombong. Bahkan Allah sangat menganjurkan manusia untuk bersikap rendah hati dan hidup secara sederhana. Tauladan sikap sederhana dan rendah hati ini sudah banyak di contohkan oleh Rasulullah Saw. Dimana sebagai seorang Khalifah dan Rasul. Rasulullah sangat sederhana dalam hal berpakaian, bertutur kata lembut dan selalu mengasihi. Maka seseorang yang ada didekatnya akan merasa nyaman.
 
Seseorang yang memiliki sikap rendah hati, dijanjikan oleh Allah Swt akan diangkat  derajatnya. Namun sebaliknya, orang yang tinggi hati derajatnya akan diturunkan oleh Allah Swt. Pada suatu saat salah seorang sahabat bertanya mengenai rendah hati kepada Rasulullah. Beliau menjawab dengan kalimat yang mulia, “Siapa yang tawadu’ (bersikap rendah hati) kepada Allah satu derajat, niscaya Allah akan mengangkatnya satu derajat, dan siapa yang bersikap sombong kepada Allah satu derajat, maka Allah akan merendahkan satu derajat hingga derajat yang paling hina.” Para sahabat mendengarkan nasihat Rasulullah ini dengan penuh perhatian, mereka kemudian berusaha untuk mengamalkannya. (Hadis riwayat Ibnu Majah).
 
Sikap sederhana dalam pandangan Islam juga terlihat dalam surat Al-A’raf : 31: dimana Allah tidak suka dengan orang yang berlebih-lebihan. “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
Dalam konsep hidup bermasyarakat, tentu kita sering kali menemui betapa banyak diantara kita yang memiliki sikap sombong, berlebih-lebihan, merendahkan orang lain dan lain sebagainya. Paradigma hidup dan ingin bahagia sendirian tentu telah keluar dari nilai-nilai ajaran agama yang kita yakini selama ini. Sikap inilah yang bisa merusak tatanan dan keharmonisan dalam hidup bermasyarakat.
 
Makna Kesederhanaan
Dalam pelaksanaan ibadah puasa kali ini, sikap kesederhanaan bisa kita aplikasikan seperti tidak berlebih-lebihan dalam menyiapkan menu berbuka, saling menghormati, tidak menyombongkan diri dan lain sebagainya.
 
Momen puasa saat ini akan terasa sangat tepat bagi kita sebagai wahana untuk instrospeksi. Hal ini sekaligus mengandung pesan ganda, pertama, puasa kali ini dapat kita maknai sebagai bentuk terapi kesederhanaan. Kita bisa belajar seolah-olah kita merasakan atas apa yang dirasakan orang lain. Betapa banyak dari saudara kita yang sedang mengalami kekurangan, hidup di bawah standar kelayakan dan lain sebagainya. Maka kita bisa semakin bisa mensyukuri atas nikmat Allah Swt. yang diberikan kepada kita.
Kedua, puasa kali ini juga bisa menjadi ladang amal kita dalam hal beribadah, baik hablum minannas wa hablum minallah. Dimana kita bisa jadikan bulan ini sebagai tempat memperbanyak berbuat kebaikan yang bisa bermanfaat untuk orang lain, namun bernilai ibadah di mata Allah.
 
Semoga puasa kali ini bisa menyadarkan kita untuk selalu bisa bersikap rendah hati, sederhana dan bermanfaan untuk orang lain. Sehingga akan terciptalah suasana yang damai, saling memahami dan menghormati. Disinilah sebenarnya makna puasa yang sesungguhnya. Maka kitapun bisa mengukur, sudah sejauh manakah sikap kesederhanaan, sikap kepekaan sosial dan sikap rendah hati yang telah kita lakukan. Wallahualamu’bisowaf.

Berita Lainnya

Masukkan Komentar

07q2a

Total Komentar (0)


Halaman :
Jajak Pendapat
Polling Management
Apakah Web ini sudah memberiakan informasi yang anda butuhkan?
601(45.5%)
TOTAL 1322
Statistik
Online : 1 User
Hits : 1345691
Hari Ini : 727
Bulan Ini : 25213
Tahun Ini : 303659
Total : 304051